Autentikasi Dua Faktor (2FA): Pengertian, Jenis, dan Cara Mengaktifkannya
![]() |
| Ilustrasi keamanan digital: kunci dan sidik jari holografik di atas smartphone |
Keamanan akun menjadi semakin penting karena banyak aktivitas sehari-hari dilakukan secara online. Email, media sosial, layanan perbankan, hingga berbagai layanan digital menyimpan informasi yang tidak ingin jatuh ke tangan orang lain.
Menggunakan kata sandi yang kuat merupakan salah satu langkah penting untuk melindungi akun. Namun, kata sandi saja tidak selalu cukup. Jika kata sandi diketahui atau dicuri, orang lain dapat mencoba menggunakannya untuk masuk ke akun.
Salah satu cara untuk menambah lapisan keamanan adalah menggunakan autentikasi dua faktor (2FA). Dengan 2FA, pengguna harus melewati lebih dari satu langkah verifikasi saat masuk ke akun.
Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu 2FA, cara kerjanya, berbagai metode yang umum digunakan, passkey, backup code, serta cara mengaktifkan 2FA pada beberapa layanan populer.
Apa Itu Autentikasi Dua Faktor (2FA)?
Autentikasi dua faktor atau Two-Factor Authentication (2FA) adalah metode keamanan yang menggunakan dua faktor autentikasi berbeda untuk memverifikasi identitas pengguna.
Contohnya, ketika masuk ke sebuah akun, pengguna tidak hanya diminta memasukkan kata sandi, tetapi juga harus memasukkan kode dari aplikasi autentikasi atau menggunakan kunci keamanan.
Dengan demikian, mengetahui kata sandi saja belum tentu cukup untuk mendapatkan akses ke akun.
2FA merupakan bagian dari konsep yang lebih luas, yaitu Multi-Factor Authentication (MFA).
Mengapa 2FA Penting?
Kata sandi dapat dicuri melalui berbagai cara, misalnya phishing, kebocoran data, malware, penggunaan kata sandi yang sama pada beberapa layanan, atau teknik rekayasa sosial.
Dengan mengaktifkan 2FA, penyerang masih membutuhkan faktor autentikasi tambahan setelah mendapatkan kata sandi.
Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua metode 2FA memberikan perlindungan yang sama. Beberapa metode masih dapat menjadi sasaran phishing atau serangan yang memanfaatkan nomor telepon.
Karena itu, jika sebuah layanan menyediakan metode autentikasi yang lebih tahan terhadap phishing, seperti security key berbasis FIDO atau passkey dengan verifikasi pengguna, metode tersebut patut dipertimbangkan.
Jika ingin memahami salah satu ancaman yang sering digunakan untuk mencuri kredensial, baca juga artikel mengenali tanda-tanda serangan phishing.
Bagaimana Cara Kerja 2FA?
Secara sederhana, proses login dengan 2FA biasanya berlangsung seperti berikut:
- Pengguna memasukkan nama pengguna atau alamat email.
- Pengguna memasukkan kata sandi.
- Layanan meminta faktor autentikasi tambahan.
- Pengguna memberikan kode, menyetujui permintaan login, menggunakan security key, atau metode lain yang telah didaftarkan.
- Jika verifikasi berhasil, pengguna mendapatkan akses ke akun.
Jadi, ketika kata sandi diketahui orang lain, masih ada lapisan verifikasi tambahan yang harus dilewati.
Mengenal Faktor Autentikasi
Faktor autentikasi dapat dikelompokkan berdasarkan sesuatu yang diketahui, dimiliki, atau merupakan bagian dari pengguna.
1. Something You Know
Faktor ini berupa sesuatu yang diketahui oleh pengguna, misalnya:
- Kata sandi
- PIN
- Passphrase
2. Something You Have
Faktor ini berupa sesuatu yang dimiliki atau dikendalikan pengguna, misalnya:
- Smartphone
- Aplikasi autentikasi
- Security key
- Perangkat tertentu yang telah didaftarkan
3. Something You Are
Faktor ini menggunakan karakteristik biometrik pengguna, misalnya:
- Sidik jari
- Pengenalan wajah
- Karakteristik biometrik lainnya
Dalam implementasi modern, biometrik pada perangkat sering digunakan untuk membuka atau mengaktifkan kredensial yang tersimpan di perangkat. Karena itu, penggunaan biometrik tidak selalu berarti layanan menerima data biometrik pengguna secara langsung.
Jenis Metode yang Umum Digunakan dalam 2FA
1. Kode melalui SMS atau Panggilan Telepon
Pada metode ini, layanan mengirimkan kode verifikasi ke nomor telepon pengguna melalui SMS atau panggilan suara.
Metode ini mudah digunakan dan masih tersedia pada banyak layanan. Namun, autentikasi berbasis nomor telepon memiliki risiko tersendiri dan tidak dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap semua jenis serangan phishing.
Jika tersedia pilihan lain yang lebih kuat, pengguna dapat mempertimbangkan metode seperti aplikasi autentikasi atau security key.
2. Aplikasi Autentikasi
Aplikasi autentikasi menghasilkan kode sekali pakai yang biasanya berubah secara berkala. Contohnya adalah Google Authenticator dan aplikasi autentikasi lain yang mendukung standar TOTP.
Keuntungannya, kode dapat dibuat langsung oleh aplikasi sehingga pengguna tidak bergantung pada penerimaan SMS saat melakukan login.
Namun, kode sekali pakai tetap dapat diminta oleh situs phishing. Karena itu, pengguna tetap harus memastikan bahwa kode hanya dimasukkan pada situs resmi.
3. Security Key
Security key adalah perangkat fisik yang digunakan untuk membantu memverifikasi identitas ketika login.
Security key berbasis standar seperti FIDO dapat memberikan perlindungan terhadap phishing karena proses autentikasi terikat pada situs atau layanan yang benar.
Contohnya adalah security key yang digunakan melalui USB, NFC, atau metode koneksi lain yang didukung perangkat.
4. Passkey
Passkey adalah metode autentikasi modern yang menggunakan pasangan kunci kriptografi untuk melakukan login tanpa harus mengetikkan kata sandi pada setiap proses autentikasi.
Passkey tidak tepat jika hanya disebut sebagai "jenis 2FA", karena penggunaannya berbeda dengan pola 2FA tradisional. Bergantung pada implementasinya, passkey dapat memberikan autentikasi yang tahan terhadap phishing dan dapat digunakan sebagai metode autentikasi tanpa kata sandi.
Pengguna biasanya melakukan verifikasi pada perangkat menggunakan PIN, sidik jari, pengenalan wajah, atau mekanisme keamanan perangkat lainnya.
Informasi lebih lanjut mengenai passkey dapat dibaca melalui dokumentasi Google tentang passkeys.
Metode 2FA Mana yang Perlu Digunakan?
Tidak semua metode autentikasi memiliki karakteristik keamanan yang sama.
Secara umum, jika sebuah layanan menyediakan beberapa pilihan, pertimbangkan metode yang memiliki perlindungan lebih baik terhadap phishing dan tidak terlalu bergantung pada nomor telepon.
Security key dan metode berbasis FIDO merupakan contoh autentikasi yang dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap phishing. Aplikasi autentikasi juga dapat menjadi pilihan yang lebih praktis ketika security key belum tersedia.
SMS tetap lebih baik daripada hanya menggunakan kata sandi jika tidak ada pilihan lain, tetapi sebaiknya tidak dianggap sebagai metode yang paling kuat untuk semua situasi.
Cara Mengaktifkan 2FA
Lokasi menu dapat berubah mengikuti pembaruan aplikasi atau layanan. Secara umum, pengaturan 2FA dapat ditemukan pada bagian Security, Keamanan, atau Account Security.
Google menyediakan fitur Verifikasi 2 Langkah untuk menambahkan lapisan keamanan tambahan pada akun.
- Buka Akun Google.
- Pilih bagian Keamanan & login.
- Pada bagian Cara Anda login ke Google, pilih Verifikasi 2 Langkah.
- Ikuti petunjuk yang ditampilkan.
- Tambahkan metode verifikasi dan metode pemulihan yang tersedia.
Google mendukung beberapa metode verifikasi, termasuk Google Authenticator, kode melalui SMS atau panggilan, security key, dan metode lainnya tergantung kondisi akun.
Panduan resmi dapat dibaca di Google — Mengaktifkan Verifikasi 2 Langkah.
Untuk Facebook, pengaturan autentikasi dua faktor dapat ditemukan melalui pengaturan keamanan akun.
- Buka Facebook dan masuk ke akun.
- Buka Pengaturan & privasi.
- Pilih Pengaturan.
- Cari bagian yang berkaitan dengan Kata Sandi dan Keamanan.
- Pilih opsi Autentikasi dua faktor.
- Pilih metode autentikasi yang tersedia.
- Ikuti petunjuk sampai proses selesai.
Nama menu dapat berbeda tergantung versi aplikasi dan perangkat yang digunakan.
X
X menyediakan beberapa pilihan autentikasi dua faktor, termasuk SMS, aplikasi autentikasi, dan security key.
- Buka X dan masuk ke akun.
- Buka Pengaturan dan privasi.
- Pilih Keamanan dan akses akun.
- Pilih Keamanan.
- Pilih Autentikasi dua faktor.
- Pilih metode yang ingin digunakan.
- Ikuti petunjuk pada layar.
Panduan resmi dapat dilihat di Pusat Bantuan X — Autentikasi dua faktor.
Jangan Lupa Menyiapkan Backup Code
Backup code atau kode cadangan dapat digunakan ketika pengguna tidak dapat menggunakan metode autentikasi utama, misalnya ketika ponsel hilang atau tidak dapat menerima kode verifikasi.
Setelah membuat kode cadangan, simpan di tempat yang aman dan jangan membagikannya kepada orang lain.
Pada Akun Google, setiap kode cadangan hanya dapat digunakan satu kali. Google juga menyediakan opsi untuk membuat rangkaian kode baru jika kode sebelumnya hilang atau sudah tidak aman.
Pelajari panduan resmi di Google — Login dengan kode cadangan.
Apa yang Harus Dilakukan Jika HP Hilang?
Kehilangan smartphone yang digunakan untuk autentikasi tidak selalu berarti akun langsung tidak dapat diakses. Karena itu, metode pemulihan sebaiknya disiapkan sebelum masalah terjadi.
Beberapa pilihan yang mungkin tersedia antara lain:
- Menggunakan backup code.
- Menggunakan perangkat lain yang sudah dipercaya.
- Menggunakan nomor telepon atau perangkat cadangan.
- Menggunakan security key yang sudah didaftarkan.
- Menggunakan metode pemulihan akun yang tersedia.
Setelah mendapatkan kembali akses, segera periksa perangkat dan metode autentikasi yang masih terhubung dengan akun.
Google juga menyediakan panduan khusus untuk masalah ketika ponsel hilang atau dicuri. Lihat panduan pemecahan masalah Verifikasi 2 Langkah Google.
Tips Menggunakan 2FA dengan Aman
- Aktifkan 2FA pada akun yang penting, terutama email utama dan akun yang menyimpan data sensitif.
- Gunakan metode autentikasi yang tersedia dan sesuai dengan tingkat risiko akun.
- Simpan backup code di tempat yang aman.
- Jangan memberikan kode verifikasi kepada orang lain.
- Jangan memasukkan kode 2FA pada halaman login yang mencurigakan.
- Periksa alamat situs sebelum memasukkan kata sandi atau kode verifikasi.
- Jika tersedia, pertimbangkan security key atau metode berbasis FIDO yang tahan terhadap phishing.
- Perbarui nomor telepon, email pemulihan, dan metode pemulihan lainnya.
- Jika perangkat hilang, segera lakukan tindakan pengamanan pada akun.
Untuk informasi mengenai praktik autentikasi dan identitas digital, Anda juga dapat merujuk pada NIST Digital Identity Guidelines.
2FA dan MFA, Apa Bedanya?
2FA adalah bentuk autentikasi yang menggunakan dua faktor autentikasi yang berbeda.
Contohnya:
Password + kode authenticator
Sementara itu, MFA (Multi-Factor Authentication) adalah istilah yang lebih umum untuk autentikasi yang menggunakan dua faktor atau lebih.
Contohnya:
Password + authenticator + security key
Dengan kata lain, 2FA dapat dianggap sebagai salah satu bentuk MFA.
Contohnya, login menggunakan kata sandi dan kode dari aplikasi autentikasi merupakan 2FA. Jika sebuah sistem menggunakan lebih dari dua faktor autentikasi, sistem tersebut tetap termasuk dalam konsep MFA.
Baca juga: Cara Meningkatkan Keamanan Data Pribadi
Kesimpulan
Autentikasi dua faktor (2FA) merupakan salah satu cara untuk menambahkan lapisan keamanan pada akun online. Dengan menggunakan faktor autentikasi tambahan, risiko akses tidak sah dapat dikurangi ketika kata sandi diketahui atau dicuri.
Metode yang tersedia dapat berbeda-beda pada setiap layanan. SMS, aplikasi autentikasi, security key, dan metode modern seperti passkey memiliki karakteristik yang berbeda.
Jika layanan menyediakan pilihan autentikasi yang lebih tahan terhadap phishing, pengguna dapat mempertimbangkannya. Apa pun metode yang digunakan, jangan lupa menyiapkan metode pemulihan dan backup code agar akun tetap dapat diakses ketika terjadi masalah.
Untuk perlindungan yang lebih baik, gunakan kata sandi yang unik, aktifkan 2FA atau MFA, dan selalu waspada terhadap halaman login palsu.













.jpg)











